5 Tips Atasi Anak yang Menolak Makan

Masalah makan pada anak terjadi karena beberapa faktor, cari tahu cara mengatasinya di sini!

20 Mei 2022

Salah satu drama pengasuhan yang dihadapi orang tua dengan balita adalah persoalan makan. Meski telah disedakan berbagai jenis makanan, tidak jarang anak balita menutup mulutnya rapat-rapat ketika waktu makan tiba. Hal ini sering membuat Moms jengkel, khawatir, dan sedih karena khawatir nutrisi anak tidak terpenuhi. Selain sudah mencoba berbagai variasi menu, tidak jarang Moms merogoh koek lebih dalam untuk menyediakan makanan atau suplemen penambah nafsu makan anak, bukan?

Seperti dikembalikan lagi pada prinsip pemberian MPASI di mana seharusnya bebas drama, Moms bisa mencoba menerapkan trik ini ketika anak sudah menunjukkan tanda-tanda GTM atau Gerakan Tutup Mulut!

1. Ajari anak rasa lapar agar ia merasa makan adalah kebutuhan

balita makan
Dengan membiarkan ank merasa lapar, ia akan belajar mengenai kebutuhan untuk makan | Foto oleh MART PRODUCTION dari Pexels

Hindari terlalu sering memberikan kudapan yang akan membuat anak kenyang saat waktu makan tiba. Anak yang sering menolak makanan utama bisa jadi karena ia masih merasa perutnya penuh. Untuk membuat anak mau makan dengan mudah, biarkan ia merasa lapar.

Saat anak akhirnya mau makan, beri pengertian bahwa makan adalah kebutuhan dirinya sebagai makhluk hidup. Moms juga dapat memberi penjelasan bahwa untuk mendapatkan tubuh yang sehat, ia mesti mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Kudapan yang membuatnya kenyang belum tentu akan membuatnya sehat dan tumbuh dengan baik. Untuk membuat penjelasan Moms lebih menarik, lengkapi dengan gambar yang menunjukkan akibat dari mengonsumsi makanan tidak bergizi.

2. Tanyakan makanan keinginan anak sebelum Moms mempersiapkan menu masakan

Anak makan
Ajak anak terlibat menentukan menu masakan untuk membuatnya lebih semangat makan | Foto oleh Alex Green dari Pexels

Memberi si kecil pilihan menu akan mengurangi drama anak menolak makan. Bisa jadi penolakannya selama ini terjadi karena ia tidak menyukai makanan yang dihidangkan. Mungkin dengan membiarkannya memilih, anak akan lebih lahap menyantap makanannya.

Perlu diingat, meski anak menyukai makanan tertentu sebaiknya jangan menghidangkan menu tersebut terlalu sering. Moms juga perlu mengatur menu yang variatif agar anak mengenal berbagai jenis makanan dan menghindari kebosanan pada anak.

3. Biasakan anak untuk makan sambil duduk bersama keluarga dalam waktu yang terbatas

MPASI
Biasakan anak makan dengan tertib | Foto oleh MART PRODUCTION dari Pexels

Nasihat untuk membiasakan anak makan sambil duduk mungkin sudah banyak didengar orangtua, tetapi masih sulit untuk diterapkan. Alasan yang paling sering dikemukakan adalah anak justru makan lebih banyak jika sambil bermain. Meski begitu, ada alasan kuat aturan makan tersebut penting untuk diajarkan kepada anak.

Anak yang makan sambil bermain, akan menganggap makan bukanlah kebutuhan utama untuk dirinya. Makan sambil bemain pun akan membuat waktu makan lebih lama. Untuk membiasakan makan dengan tertib, Moms dan Dads memang perlu melatihnya pelan-pelan. Anak yang baru makan sedikit karena pembatasan waktu akan lebih cepat lapar. Kondisi ini akan meminimalisir anak penolakan makan saat waktu makan berikutnya tiba.

4. Buatlah tampilan makanan anak semenarik mungkin

Balita makan
Tampilan makanan yang berwarna atau piring yang lucu bisa menarik perhatian anak untuk makan | Foto oleh MART PRODUCTION dari Pexels

Jangan buru-buru menyerah jika Moms merasa tidak punya keterampilan menghias makanan seperti juru masak di Instagram! Tampilan menarik pada makanan sebetulnya bisa disiasati dengan memberikan anak beragam warna dalam satu piring makannya. Jika hal tersebut masih cukup sulit, Moms bisa memberikan piring makan yang menarik.

Namun, jika Moms punya banyak waktu, tidak ada salahnya sesekali berkreasi untuk membuat makanan dengna tampilan yang lucu. Dengan cara ini, semangat anak untuk makan pun akan meningkat.

5. Bagaimana pun kondisinya, ingat selalu untuk menarik napas dan hindari memaksa anak

Menyuapi anak
Memaksa anak makan hanya akan membuatnya trauma | Foto oleh Kampus Production dari Pexels

Jika segala cara pas. dicoba tetapi anak masih menolak untuk makan, Moms perlu ingat untuk menarik napas dan tepat tenang. Jangan sampai Moms memaksa anak untuk membuka mulut apalagi diikuti dengan kekerasan. Tindakan tersebut justru akan membuat anak trauma dengan makanan. Di masa yang akan datang, kondisi ini akan memperburuk masalah makan pada anak.

Jika memang masalah makan pada anak sudah semakin mengkhawatirkan, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mencari tahu faktor penyebab masalah makan dari sisi medis. Dengan begitu, Moms dan si kecil akan mendapatkan penanganan yang tepat untuk memastikan tumbuh kembang anak.